Indonesia terkenal dengan wisata budaya nya. Salah satu bangunan warisan peradaban budaya Indonesia yang mendunia adalah Candi Borobudur. Candi Borobudur yang pernah menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia ini tetap luar biasa sampai sekarang. Bangunannya yang mirip piramida berundak, memiliki luas dasar 123 m x 123 m dan tinggi 35 m. Ukuran yang sangat besar untuk sebuah candi tunggal. Lalu, siapa dan bagaimanakah Candi Borobudur ini dibangun?

Candi Borobudur dibangun oleh umat Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an masehi, tujuan dibangunnya candi ini sebagai tempat beribadah dan ziarah. Seiring perubahan yang berlangsung, ketika itu pengaruh Islam masuk sejalan dengan melemahnya pengaruh kerajaan Hindu-Buddha sehingga Candi Borobudur pun sempat ditinggalkan lalu ditemukan kembali oleh Sir Thomas Standford Raffles di tahun 1814. Pembuatannya diperkirakan memakan waktu 75-100 tahun, karena strukturnya cukup rumit dan mengalami sejumlah bongkar pasang. Candi Borobudur dibangun dengan sistem interlock, yaitu satu batu dan yang lainnya berkaitan dan saling mengunci sehingga padat dan menyatu seperti yang dapat kita lihat sampai sekarang.

candi borobudur

Candi Borobudur

Candi Borobudur dibangun dari batu andesit dan beberapa jenis batu lain (batu sungai). Pada dindingnya terdapat 2672 relief dan 504 arca. Reliefnya bercerita tentang kisah Ramayana, kisah kehidupan masyarakat Jawa pada saat itu, dan kisah mengenai ajaran-ajaran nilai kehidupan agama Buddha itu sendiri. Untuk membaca relief pada candi, maka pengunjung dapat memulainya dari sisi gerbang sebelah timur di tiap tingkatannya, searah jarum jam. Dalam setiap tingkatnya mengangkat tema cerita yang berbeda.

Candi Borobudur merupakan candi Buddha terbesar di dunia dan menjadi cagar budaya UNESCO heritage sites sejak tahun 1973. Sampai dengan sekarang Candi Borobudur masih menjadi tempat ibadah dan ziarah, terlebih ketika perayaan hari raya Waisak dimana ada upacara keagamaan di siang dan malam hari selama dua hari berturut-turut. Selain acara di hari istimewa, pada hari biasa Candi Borobudur pun memiliki beberapa event rutin yang mengangkat tema kebudayaan. Di dalam kompleks candi juga terdapat museum yang menjelaskan tentang sejarah dan perkembangan Candi Borobudur dari awal mula hingga sekarang.

Para wisatawan disarankan mengunjungi candi pada waktu pagi hari ketika matahari tidak terlalu tinggi. Candi Borobudur pun dapat dinikmati ketika matahari mulai terbit (sekitar pukul 05:00), ketika sunrise maka akan terlihat garis langit dengan warna memukau serta siluet Bukit Menoreh, Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. Bagi wisatawan yang menginginkan menikmati sunrise di Borobudur dapat melakukan reservasi penginapan yang berada di dalam lokasi kompleks candi.

Keindahan Candi Borobudur dapat ditemukan di Kota Magelang yang berjarak 40 km dari Kota Yogyakarta. Paket wisata dari Labiru Tour mengagendakan Candi Borobudur sebagai tempat wisata yang wajib dikunjungi dan dapat dipasangkan dengan obyek wisata lain di Kota Yogyakarta yang tak kalah menarik. Labiru Tour juga menyediakan jasa penyewaan kendaraan yang akan mengantar anda tepat ke pintu gerbang Candi Borobudur yang megah dan tak terlupakan.

Candi Borobudur merupakan salah satu objek wisata yang masuk kedalam tujuh keajaiban dunia. Baik itu wisatawan lokal maupun mancanegara, berduyun-duyun untuk mengunjungi wisata candi di Jogja ini

Silahkan berkomentar