Terletak tidak jauh dari candi Buddha terbesar, Candi Borobudur, Candi Mendut menjadi salah satu tempat yang tak kalah menarik dikunjungi tatkala melakukan perjalanan wisata di Yogyakarta dan sekitarnya. Candi Mendut lebih tepatnya terletak di Desa Mendut, Kecamatan Mungkid, hanya tiga kilometer jauhnya dari Candi Borobudur. Candi Mendut merupakan salah satu candi Buddha yang masih dipergunakan sampai dengan sekarang, ketika perayaan Hari Raya Waisak, candi ini menjadi lokasi primadona untuk beribadah dan berdoa bagi umat Buddha. Hal ini tak mengherankan karena tepat disamping Candi Mendut terdapat sebuah vihara yang bernama Vihara Buddha Mendut. Vihara ini memiliki fasilitas asrama, tempat ibadah dan taman. Keindahan vihara ini pula terdukung dengan beberapa patung Buddha yang cantik.

Candi Mendut dibangun pada saat dinasti Syailendra. Berbeda dengan Candi Borobudur yang menggunakan batu andesit sebagai bahan bangunannya, Candi Mendut menggunakan batu bata yang dilapilisi dengan batu alam. Candi Mendut terlihat sangat semampai dan kokoh baik dilihat dari jauh maupun dekat, hal ini dikarenakan Candi Mendut memiliki bangunan dasar (mirip seperti basement) yang tinggi. Bangunan dasar ini berlorong yang memungkinkan manusia masuk ke dalamnya dan mengitari bangunan candi lewat bawah. Tinggi Candi Mendut secara keseluruhan yaitu 26,4 meter.

mendut temple

Candi Mendut

Pengunjung mungkin akan bertanya-tanya, apakah candi ini memiliki relief seperti pada Candi Borobudur? Tentu saja iya, dinding Candi Mendut dihiasi beberapa relief unik yang kebanyakan diantaranya adalah bercerita tentang hewan (fabel) sehingga seringkali pengunjung mengira bahwa cerita tersebut adalah cerita anak-anak. Padahal relief tersebut bercerita mengenai kisah-kisah kebijaksanaan yang bersifat universal. Relief Candi Mendut bercerita mengenai kisah Brahmana dan seekor kepiting, kisah angsa dan kura-kura, cerita persahabatan Dharmabuddhi & Dustabuddhi, dan cerita persaudaraan dua ekor burung betet. Inti cerita dari keseluruhan cerita relief tersebut memiliki nilai hidup tentang kejahatan yang akan selalu kalah dengan kebaikan.

Selain relief, pengunjung juga akan menemukan beberapa detail unik candi seperti gapura, bilik, Jaladwara (saluran pembuangan air) yang bentuknya berbeda dari candi lainnya, stupa-stupa kecil yang jumlahnya banyak, dan tak lupa arca-arca bernuansa Buddha yang cantik. Arca-arca ini terdiri dari arca Buddha Cakyamuni (Buddha sedang berkotbah), arca Buddha Boddhisatva Avalokiteswara (Buddha penolong manusia), dan arca Buddha Maitreya (Buddha pembebas manusia). Selain relief-relief yang telah disebutkan di atas, ada pula relief-relief lain yang menggambarkan tentang dewa dan dewi kepercayaan saat itu.

Sampai saat ini di sekitaran Candi Mendut masih terdapat lokasi ekskavasi dan eksplorasi purbakala, karena ada beberapa reruntuhan yang masih diteliti dan akan direkonstruksi. Harapannya di masa depan dapat menjadi suatu lokasi sumber pengetahuan baru mengenai candi dan semakin menambah kekayaan budaya serta sejarah di kawasan tersebut.

Penasaran dengan candi yang satu ini? Candi yang konon usianya lebih tua dari Candi Borobudur. Saksikan secara langsung keunikan dari Candi Mendut, segera reservasi wisata Anda sekarang di Labiru Tour. Paket wisata Jogja terlengkap dan harga pastinya bersaing. Selamat berlibur!

Silahkan berkomentar

  • ayunda
    Balas

    waah rekomended nih,