Candi Pawon merupakan candi tunggal yang berada di tengah-tengah antara Candi Mendut dan Candi Borobudur. Tepatnya, Candi Pawon yang berada di Desa Brojonalan ini terletak 1 km dari tenggara Candi Mendut dan 2 km dari timur laut Candi Borobudur. Letak ketiga candi ini berada pada satu poros garis lurus. Dan ketiganya memiliki keterkaitan, terlihat dari pahatan reliefnya yang mirip serta letaknya. Malah menurut penduduk setempat meyakini bahwa Candi Pawon adalah bagian dari Candi Borobudur, karena dari relief pada Candi Pawon diketahui kisah awal permulaan dari pembangunan Candi Borobudur.

Meskipun Candi Pawon merupakan candi Buddha sama seperti Candi Borobudur dan Candi Mendut, namun arsitekturnya sendiri mengadaptasi dari arsitektur Hindu Jawa Kuno dan India. Badan candi tampak ramping seperti candi-candi Hindu. Candi ini terbuat dari bebatuan vulkanik (batuan dari gunung berapi), lalu di dindingnya terukir pahatan-pahatan tanaman berbentuk bunga, sulur, dan pohon kalpataru. Ada pula ukiran dewa kekayaan (Dewa Kuwera) dan manusia setengah burung (kinara-kinari).

pawon temple

Candi Pawon

Beberapa ahli mengatakan bahwa fungsi dari Candi Pawon berbeda dari candi lain yang biasanya digunakan sebagai tempat beribadah. Candi Pawon dipergunakan untuk menyimpan senjata (alat perang) bernama Vajranala (Sansekerta : Vajra = Halilintar, Anala = Api). Konon, vajranala ini adalah senjata milik Raja Indra yang bentuknya mirip halilintar. Kata Vajranala inilah yang lalu menjadi asal mula nama desa lokasi Candi Pawon berada (Vajranala – Brojonalan). Kadang, Candi Pawon ini juga disebut sebagai Candi Bajranalan. Sumber lain juga mengatakan bahwa Candi Pawon ini kemungkinan dibangun untuk tempat perabuan. Jika melihat dari asal kata Pawon, Pa-Awu-An (Perabuan), hal ini menjadi pas dan tepat. Manakah yang benar? Atau dua-duanya benar? Hal ini masih menjadi perdebatan sampai dengan sekarang.

Candi Pawon ketika ditemukan tidak utuh, maka itu tidak ada arca yang ditemukan ketika dipugar pada tahun 1903. Selain itu, beberapa relief pada dinding candi pun tidak terlalu terlihat secara jelas ada beberapa relief yang rusak termakan waktu. Namun, hal ini tidak mengurangi keindahan Candi Pawon secara keseluruhan. Pengunjung tetap dapat menikmati Candi Pawon yang kokoh dan bernilai historis dalam. Letak candi yang berada di tengah perkampungan juga menambah cultural value candi ini, selain dapat menikmati candi, pengunjung juga dapat berinteraksi dengan penduduk sekitar yang ramah khas masyarakat Jawa pada umumnya.

Untuk mencapai Candi Pawon tidak terlalu sulit, karena masih dalam satu daerah dengan Candi Borobudur dan Candi Mendut. Dari Kota Yogyakarta, dapat ditempuh dalam waktu 1 jam saja. Jalan menuju lokasi juga sudah bagus dan mulus. Labiru Tour menyediakan kemudahan penyewaan kendaraan dan paket tur tiga candi ini. Rasanya kurang lengkap apabila Anda mengunjungi Candi Borobudur tanpa menyertakan Candi Pawon dan juga Candi Mendut tentunya. Bagi wisatawan yang menyukai wisata sejarah dan budaya, Candi Pawon wajib hadir dalam list perjalanan Anda. Happy traveling!

Silahkan berkomentar