Belajar mengenai apa yang telah terjadi di masa lampau atau biasa disebut belajar sejarah merupakan suatu keasyikan tersendiri. Terlebih apabila sambi belajar, kita dapat dapat juga mengunjungi lokasi aslinya. Untuk wisata seperti ini, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah adalah pilihan yang sangat tepat. Tak terhitung puluhan candi yang berdiri megah di tanah keraton ini, masih banyak juga yang masih dieksplorasi, masih tertimbun material dan lain-lain. Beberapa candi baru yang telah dipugar memiliki magnet tersendiri bagi para pengunjungnya, terlebih karena candi ini belum banyak yang mengunjungi dapat menimbulkan sensasi penasaran bagi wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Dan dapat menjadi kisah perjalanan baru untuk kerabat dan teman-teman Anda pastinya.

Adalah Candi Sojiwan yang terletak di Desa Kebondalem Kidul, Kecamatan Prambanan. Hanya 2 kilometer saja ke selatan dari arah gerbang masuk Candi Prambanan. Lokasi ini juga dekat dengan candi lain, yaitu Candi Barong dan Candi Plaosan. Candi Sojiwan selesai dipugar pada tahun 2011, sebelumnya bentuk dari candi ini adalah tumpukan batu yang menggunung tidak terlalu kelihatan bentukannya, namun diyakini sejak dahulu bahwa batuan-batuan ini adalah sebuah candi. Konon menurut prasasti candi ini dibangun pada tahun 842 dan 850 masehi, dibangun sebagai bentuk penjagaan terhadap desa dan masyarakatnya dari marabahaya, desa tersebut bernama Desa Rukam, sebelumnya desa ini telah mengalami kehancuran akibat dari letusan gunung. Petinggi desa yang bernama Nini Haji Rakryan Sanjiwana yang memimpin upacara, untuk menghormatinya candi yang dibangun pada akhirnya diberinama sama, maka itu candi ini disebut Candi Sojiwan (pelafalan Jawa).

candi di jogja

candi sojiwan

wisata candi jogja

candi sojiwan

Dari arsitektur dan prasasti yang ditemukan, candi ini merupakan Candi Buddha. Struktur candi dibagi menjadi tiga yaitu kaki, tubuh, dan atap. Ciri khas dari candi ini terlihat dari relief yang mengelilingi kaki dari candi. Total relief ini ada 20 buah. Namun yang masih bisa dilihat kini hanya 19 saja. Reliefnya bercerita tentang kisah Pancatantra (kisah mengenai kebijaksanaan dan nilai hidup digambarkan dalam bentuk fabel) dan Jataka (kehidupan sang Buddha digambarkan pula dalam bentuk fabel) kedua cerita ini aslinya berasal dari India. Relief-relief tersebut antara lain dua pria yang sedang berkelahi, angsa dan kura-kura, perlombaan antara garuda dan kura-kura, kera dan buaya, tikus dan ular, serigala dan wanita serong, raja dan putri patih, gajah dan kambing, manusia singa, dan serigala dan banteng, kinnara (makhluk surgawi), singa dan banteng. Masing-masing dari relief memiliki nilai dari buah-buah ajaran agama Buddha yang bijaksana.

Untuk dapat menikmati Candi Sojiwan tidak membutuhkan biaya yang banyak, tinggal dan nikmati saja, karena candi ini gratis biaya masuk. Hanya saja apabila Anda ingin menyumbang bagi pengembangan candi tersedia kotak khusus untuk itu. Mari jaga kelestarian dari saksi sejarah panjang bumi nusantara dengan mengunjungi Candi Sojiwan ini. Perlu bantuan akomodasi dan transportasi? Labiru Tour dapat membantu hal tersebut, selain itu berbagai macam penawaran menarik pun kami miliki, termasuk Paket Wisata Jogja dengan ragam pilihan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda.

Silahkan berkomentar