Pasar selalu menjadi pusat sorotan dan keramaian. Biasanya pasar menjual aneka barang kebutuhan rumah tangga baik barang habis pakai (seperti makanan, buah, sayur, dll) atau peralatan yang dibeli untuk dipakai berulang-ulang (seperti baju, perkakas, dll). Lazimnya barang-barang yang dijual di pasar adalah barang baru. Di Yogyakarta terdapat satu pasar dimana barang yang dijual adalah barang-barang bekas, barang-barang bekas ini bukan sembarang barang bekas, tak jarang akan terlihat pula barang bekas yang unik, kuno, dan antik. Pasar ini bernama Pasar Klitihikan Pakuncen yang berlokasi di Jalan HOS Cokroaminoto, daerah Pakuncen, Kota Yogyakarta.

Sebelumnya para penjaja barang bekas dan antik ini berjualan di sekitar Jalan Mangkubumi, Jalan Asem Gedhe dan sekitaran alun-alun selatan kota. Namun, kemudian mereka direlokasi ke tempat yang lebih teratur dan lebih bagus, tidak lagi di pinggir jalan. Akses menuju lokasi pasar cukup mudah, bus umum dan moda transportasi massal, Trans Jogja pun menjangkau rute ke Pasar Klithikan Pakuncen. Dari Malioboro, pasar ini dapat ditempuh dalam waktu 15 menit saja baik menggunakan bus maupun kendaraan pribadi. Bagi yang membawa kendaraan sendiri disediakan lapangan parkir yang memadai. Fasilitas lain di pasar ini adalah keberadaan toilet dan warung-warung makan yang siap menjamu pengunjung yang lelah dan lapar setelah berburu barang.

pasar klithikan jogja

pasar klithikan jogja

Kenapa dinamakan Pasar Klithikan? Ada dua pendapat mengenai asal-usul nama ini, yang pertama orang bilang karena dahulu yang dijual di tempat ini adalah onderdil kendaraan, besi-besi kecil, dan koin-koin logam mata uang yang apabila terbentur/jatuh akan menimbulkan bunyi klithik-klithik. Pendapat lain bilang bahwa klithikan berasal dari kata bahasa Jawa klithih yang bermakna perilaku memperhatikan barang milik orang lain dengan maksud dan tujuan untuk dibawa pulang (dicuri). Dua-dua nya memang tepat menggambarkan Pasar Klithikan Pakuncen ini, pertama, barang-barang seperti onderdil kendaraan, besi-besi kecil, dan mata uang logam kuno dapat dengan mudah didapatkan di sini. Lalu, kedua, barang-barang yang dijajakan di pasar ini mayoritas adalah barang bekas dan tak dapat disangkal bahwa beberapa mungkin memang barang curian.

Apabila pasar yang lain makin malam akan menjadi sepi. Hal ini tidak berlaku di Pasar Klithikan Pakuncen. Justru di sini, makin malam pedagang akan semakin banyak dan pembeli juga akan semakin ramai. Bagi pengunjung yang berminat untuk mencari barang-barang bekas dan kuno sangat disarankan mengunjungi pasar ini di atas jam 6 sore. Di sore hari, akan ada banyak sekali lapak-lapak dagangan barang bekas. Barang yang dijajakan macam-macam, mulai dari yang biasa-biasa saja sampai yang unik sekali. Tidak jarang orang mendapatkan barang kuno seperti, model kamera lawas, sepeda onthel khas Jogja, perhiasan dan baju jaman dulu, mata uang kuno, dan barang-barang langka lainnya. Proses pembelian di sini seperti pasar pada umumnya. Pembeli dan penjual akan saling tawar menawar, semakin unik dan langka barangnya harganya akan semakin mahal.

Berbelanja di Pasar Klithikan Pakuncen menawarkan pengalaman berbelanja yang berbeda. Apabila Anda dari luar Yogyakarta dan membutuhkan bantuan untuk mengunjungi lokasi ini Anda dapat menghubungi Labiru Tour and Travel, kami siap menghantarkan Anda ke gerbang Pasar Klithikan.

Silahkan berkomentar