Kasongan ialah nama suatu daerah yang termasuk di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kasongan yang kini menyandang status ‘Desa Wisata’ digadang-gadang menjadi lokasi industri gerabah tradisional terbesar dan terlengkap di negeri kita tercinta ini. Keramik gerabah yang dibuat oleh para penduduk Kasongan adalah hasil warisan turun menurun yang memiliki ciri khas. Cara pembuatannya pun unik, lain daripada yang lain. Untuk mengunjungi Desa Wisata Kasongan pengunjung mesti berkendara ke arah Selatan dari pusat Kota Malioboro. Untuk mencapai lokasinya membutuhkan waktu sekitar 20 menit saja. Banyak papan petunjuk di sekitaran jalan dari Yogyakarta ke Kasongan, masuk di wilayah Bantul, siapa pun masyarakat di daerah itu akan tahu dimana keberadaan Desa Wisata Kasongan.

pkaet-wista-bersepeda-di-kasongan-bantul-1024x682

Pada awalnya Kasongan hanyalah tanah kosong, menurut cerita ketika jaman penjajahan dulu para penduduk desa ini meninggalkan Kasongan karena ditemukannya mayat kuda yang ternyata miliki Reserse Belanda di tanah mereka. Karena takut dijatuhi hukuman akhirnya para penduduk meninggalkan desa tersebut dan pindah ke tempat lain. Mendapati ada lahan kosong, ada masyarakat baru yang pindah ke lokasi tersebut. Namun orang-orang ini tidak dapat bertani karena tidak ada lahan sawah di daerah itu. Maka mereka mencoba peruntungan dengan membuat gerabah, dengan bahan baku tanah liat. Tanah liat ini ternyata tidak pecah ketika dibentuk dan dapat mengeras. Tanah liat ini lantas dibuat menjadi berbagai macam bentuk alat dapur dan juga mainan. Pekerjaan inilah yang menjadi turun menurun sampai dengan sekarang.

kasongan

Para pembuat gerabah tersebut disebut kundi, atau biasa disebut pula buyung atau gundi. Dalam pengerjaan membuat gerabah mereka masih memakai alat dan bahan tradisional. Usaha ini dijalankan oleh keluarga dan kerabat yang juga tinggal di Kasongan. Kini di sepanjang jalanan Kasongan terdapat galeri-galeri cantik yang menghipnotis para pengunjung untuk masuk dan melihat-lihat. Berlama-lama di galeri keinginan untuk membeli menjadi sangat tinggi, wajar karena benda-benda tanah liat tersebut memang bagus-bagus dan memiliki nilai seni. Sapto Hudoyo adalah seniman Yogyakarta yang mengajarkan warga Kasongan untuk memberi sentuhan seni ke dalam gerabah-gerabah ciptaan masyarakat. Ternyata hal ini mendapatkan sambutan yang luar biasa, bukan hanya masyarakat Indonesia saja yang menyukai gerabah ini tetapi juga masyarakat internasional. Kini hasil karya para kundi ini sudah masuk pasar internasional. Diekspor ke negara-negara maju.

kasongan1

Untuk para wisatawan yang ingin melihat proses pembuatan gerabah, Anda bisa melihatnya secara langsung di sini. Apabila tidak hanya ingin melihat, namun ingin pula ikut berpartisipasi, bisa saja. Beberapa rumah kerajinan membuka kesempatan untuk kursus membuat gerabah sederhana, nantinya hasil karya dapat dibawa pulang dan dapat dipamerkan ke rekan dan kerabat di rumah. Meski pernah dilanda kesulitan pasca gempa bumi Yogyakarta pada tahun 2006, sekarang Kasongan sudah sepenuhnya pulih. Perekonomian di desa ini sudah kembali berjalan, para wisatawan pun menjadikan Kasongan sebagai tujuan wisata favorit. Kali ini tinggal giliran Anda mengunjungi desa seni ini. Labiru Tour menyediakan paket wisata dan akan mengantarkan Anda ke Desa Wisata Kasongan dan lokasi wisata menarik lainnya di Yogyakarta. Gerbang berwarna merah khas Kasongan selalu akan terbuka untuk kedatangan Anda.

Silahkan berkomentar

  • irlina griya ozilla
    Balas

    cantik,sy penyuka brg2 etnik trutama yg berhub.dgn peralatan rumah tangga.tp sy tdk punya waktu tuk bkunjung+mcari perabot2 rt.apa bs mberi info soal produsen pbuat grabah di atas yg bs mlayani scr online?atas infonya sy ucapkan trimakasih.