Candi Ratu Boko, hal pertama yang terlintas saat mendengar nama salah satu situs sejarah ini adalah bangunan tinggi yang pastinya mirip dengan Candi Borobudur maupun Candi Prambanan. Namun, Candi Ratu Boko ini sebenarnya adalah kompleks kerajaan bukan seperti candi-candi seperti biasanya. Candi Ratu Boko terdiri dari beberapa sisa bangunan peninggalan dinasti Syailendra. Dilihat dari penempatan bangunan yang terdiri dari gerbang masuk, benteng pertahanan, pendopo, tempat pemandian, dan bangunan tempat tinggal, kemungkinan besar candi Ratu Boko dahulu merupakan kerajaan yang dibangun di atas bukit, bukan sebuah tempat ibadah seperti candi pada umumnya.

Dahulu, istana ini dibangun dengan tujuan sebagai tempat menyepi, bertapa, dan olah-rasa. Dapat dikatakan pula bahwa situs ini merupakan tempat mengasingkan diri dari keramaian demi memperoleh kedamaian. Sampai saat ini, suasana di Candi Ratu Boko masih terasa damai, terlebih ketika pagi-pagi sekali dan menjelang senja. Awalnya istana ini bernama Abhayagiri Vihara, yang berarti biara bebas bahaya/terlindungi yang berada di atas bukit. Selain menjadi tempat menyepi, istana ini juga pernah beralihfungsi sebagai kubu pertahanan.

ratu boko temple

Candi Ratu Boko

Situs arkeologi peninggalan Mataram Kuno ini berlokasi tidak terlalu jauh dari Kota Yogyakarta. Dengan menggunakan kendaraan pribadi (baik mobil maupun motor) dapat ditempuh dalam waktu sekitar 30 menit. Bus umum Trans Jogja juga dapat mengantarkan anda ke lokasi, berhenti di shelter Candi Prambanan, lalu dilanjutkan dengan menggunakan ojek motor yang mangkal di sekitar shelter. Ada pula tiket lanjutan dari Candi Prambanan ke Candi Ratu Boko, pengunjung akan diantar dari Candi Prambanan ke Candi Ratu Boko menggunakan mobil khusus lalu diberikan waktu sekitar 60 menit untuk menikmati keindahan situs. Namun, bagi pengunjung yang belum puas mengeksplorasi tiap sudut bagian dari Candi Ratu Boko dapat mengunjunginya terpisah dari Candi Prambanan.

Dengan luas 25 ha, mengunjungi Candi Ratu Boko memerlukan waktu yang cukup panjang. Bagi wisatawan yang berniat mengunjungi situs ini diharapkan memiliki waktu kunjungan yang panjang dan mempersiapkan energi lebih. Jangan lupa membawa persediaan minuman, handuk dan pakaian ganti, untuk berjaga-jaga apabila keringat bercucuran. Candi Ratu Boko sangat cocok dikunjungi pada pagi sampai dengan siang hari ketika matahari belum terlalu terik. Bagian terbaik dari Candi Ratu Boko ialah menikmati sunset (matahari terbenam). Karena situs ini berdiri di ketinggian 196 meter di atas permukaan laut, maka view matahari terbenam bisa sangat lebar dan pastinya sangat sayang jika terlewatkan.

Keindahan pemandangan Kota Yogyakarta dengan latar belakang Gunung Merapi dan Candi Prambanan pun dapat dinikmati dari gerbang Candi Ratu Boko. Karena keindahan situs ini banyak pasangan yang melakukan foto pre-wedding di sini. Tak jarang pula Candi Ratu Boko menjadi langganan lokasi syuting sinetron dan foto komersial. Hamparan rumput hijau di sekitaran situs juga dapat menjadi tempat bercengkrama dengan rekan dan saudara yang mengasikan. Ditemani angin semilir dan awan yang cerah. Kegiatan melancong Anda akan terasa lebih menyenangkan.

Bagi pengunjung yang ingin mengenal perjuangan Dinasti Syailendra lebih dalam, menikmati eksotisme senja yang tak ternilai, dan kedamaian wisata di atas bukit. Dapat segera memasukan Candi Ratu Boko ke dalam catatan rencana perjalanan Anda. Labiru Tour juga siap dan sigap membantu bagi Anda yang ingin mengunjungi situs megah ini.

Silahkan berkomentar