Ketika jaman penjajahan dahulu, mayoritas masyarakat Indonesia kesulitan mendapatkan makanan yang layak pangan. Tanaman pokok seperti padi-padian dan rempah seluruhnya diambil oleh para juragan tanah yang mayoritas ketika itu adalah bangsa asing. Masyarakat kita yang notabene hanya budak dan buruh akhirnya memutar otak untuk membuat makanan dari bahan yang tidak biasa. Hal ini pula lah yang dialami masyarakat kita di wilayah Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tertimpa kemiskinan dan memiliki tanah yang kurang subur, warga Gunung Kidul ketika itu tidak patah arang mencari alternatif bahan panganan. Tanaman singkong yang ketika itu diolah sebagai pengganti nasi, karena padi tidak dapat ditanam di lahan pegunungan kapur daerah ini. Dari sinilah lalu tercipta panganan khas Gunung Kidul yang bernama gathot dan thiwul.

Kini, puluhan tahun setelah masa penjajahan, ketika jaman sudah serba canggih, gathot dan thiwul tetap di hati para masyarakatnya. Namun, gathot dan thiwul sekarang sudah tidak lagi menjadi makanan pokok, melainkan diperlakukan sebagai makanan pendamping nan unik yang dijajakan sebagai oleh-oleh khas Gunung Kidul dan Kota Yogyakarta. Di daerah asalnya yakni Gunung Kidul, terdapat penjual gatot dan thiwul yang terkenal nan legendaris bernama Ibu Yu Tum. Sejak tahun 1985, Ibu Yu Tum berjualan gathot thiwul dari pasar ke pasar dan kampung ke kampung. Kini usahanya sudah semakin berkembang. Gathot thiwul Yu Tum ini memiliki tiga buah gerai toko oleh-oleh yang tersebar di Ibu Kota Gunung Kidul, Wonosari. Gerai yang paling besar terletak di Jalan Pramuka dekat Balai Desa Wonosari. Di sini pula lah dapur utama nya, yang memasok panganan khas ini ke dua toko yang lain.

Gathot Thiwul Yu Tum

Gathot Thiwul Yu Tum

Gathot Thiwul Yu Tum

Gathot Thiwul Yu Tum

Apa yang menjadi keistimewaan gathot thiwul Yu Tum? Dilihat dari teksturnya gathot thiwul Yu Tum memiliki tekstur yang lembut, hal ini dikarenakan ketika proses penumbukan singkong kering dilakukan beberapa kali sehingga hasilnya sangat halus. Prosesnya pun masih tradisional, makin menambah nilai thiwul ini. Pemanis yang digunakan bukan pemanis buatan melainkan gula Jawa. Yang tak kalah menarik, untuk thiwul dapat dinikmati dengan varian rasa yang bermacam-macam, seperti cokelat dan keju. Bentuknya pun bermacam-macam, ada yang utuh, setengah, coblong, dan berbentuk tumpeng. Untuk Gathot dapat dipilih porsinya yang kecil atau yang besar. Kedua panganan ini biasa disantap bersama maka ada paket Gathot Thiwul utuh, setengah, atau seperempat. Harganya? Tidak membuat dompet ada tipis, semuanya terjangkau tanpa mengurasi kualitas.

Sebagai teman mencicipi gathot thiwul, di gerai Yu Tum juga dijual makanan khas Gunung Kidul lainnya seperti keripik, peyek, dan belalang goreng. Gathot thiwul juga cocok dimakan bersama dengan nasi dan sambal. Hmmm.. Lapar? Ingin mencicipi kedua jajanan tradisional ini? Segera rencanakan liburan Anda ke Gunung Kidul via Labiru Tour sekarang juga. Anda tidak hanya diantar ke sentra jajanan Gathot Thiwul Yu Tum saja, tetapi juga ke berbagai lokasi wisata eksotis Gunung Kidul dan Yogyakarta. Book now!

Silahkan berkomentar