Selain Goa Kalisuci ada lagi Goa yang siap menunggu kita untuk ber-cave tubing, yaitu Goa Pindul. Goa dengan panjang 350 meter dan lebar 5 meter ini juga masih berada di daerah Gunungkidul, tepatnya di Dusun Gelaran 1, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo.

Goa Pindul dikelola oleh Karang Taruna Dusun Gelaran 1 secara swadaya. Untuk ber-cave tubing di Goa ini disarankan untuk melakukan reservasi dari jauh-jauh hari. Biaya cave tubing di Goa Pindul tidak terlalu membuat kantong bolong, yaitu Rp 30.000. Dengan biaya yang relatif tidak mahal itu kita sudah mendapatkan ban, life vest, headlamp, dan asuransi. Untuk menjelajahi Goa ini minimal harus bersama 5 orang.goa pindulKetika menjelajahi Goa Pindul kita akan ditemani seorang pemandu yang akan menjelaskan seluk beluk Goa Pindul. Penamaan Goa Pindul sendiri tidak terlepas dari kisah pengelanaan seorang bernama Joko Singlulung yang mencari ayahnya. Goa ini dibagi menjadi 3 zona, yaitu zona terang, zona remang, dan zona gelap. Suasana Goa yang sepi dan gelap mungkin akan membuat sebagian orang takut apalagi begitu mengetahui kedalaman air sungai bawah tanahnya yang bisa mencapai 7 meter. Tapi kita tak perlu khawatir karena peralatan yang diberikan sebelum penelusuran sudah membut kita aman.

Ornamen dinding Goa yang indah mampu membuat kita berdecak kagum. Di tengah Goa ada sebuah ruangan yang cukup besar dengan lubang di atasnya, biasanya disebut dengan sumur terbalik. Namun, yang paling menarik perhatian adalah adanya stalaktit yang sudah menyatu dengan stalagmit sehingga membentuk seperti sebuah pilar dengan ukuran lima rentangan tangan orang dewasa. Mahakarya yang tercipta dari ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu ini oleh masyarakat sekitar disebut Soko Guru dan digadang-gadang sebagai stalaktit terbesar ke-4 di dunia. Tertarik menjelajahi napak tilas Joko Silunglung di Goa Pindul? Jangan lupa ajak teman-temanmu yaaa!

Silahkan berkomentar