Kyai Haji Ahmad Dahlan, siapa yang tak mengenal tokoh ini. K. H. Ahmad Dahlan ialah seorang pemuka agama dan pahlawan Republik Indonesia. Sosoknya dikaitkan dengan penyebaran Muhammadiyah, yang merupakan nilai pembaharuan di dalam agama Islam yang diakui oleh masyarakat luas Indonesia. K. H. Ahmad Dahlan pada tahun 1912 mendirikan Muhammadiyah di Kampung Kauman, Yogyakarta. Dari sejak itu di kampung ini pula lahir tokoh-tokoh pemuka agama Islam yang terkemuka seperti Amien Rais dan K. H. Abdurrahman Wahid. Kampung Kauman ini pula menjadi pusat perjuangan Islam yang didahului oleh para penghulu Keraton yang membawahi urusan agama (pernikahan, talak, rujuk, juru kunci, peradilan agama, kemajidan, dll). Dari sini pula lalu dibangun sebuah Masjid Agung yang diurus oleh penghulu yang kemudian tinggal dan menjadi masyarakat di daerah ini. Mereka menyebut diri mereka sebagai Kauman (Kaum ialah sebutan bagi orang mengurusi keagamaan ketika itu).

120420_kauman1

Sekilas membaca kisah sejarah dari Kampung Kauman, dapat disimpulkan bahwa Kampung Kauman ini adalah salah satu kampung yang besar perannya dalam sejarah agama Islam di Indonesia. Sehingga menjadikan keberadaan dari kampung ini penting. Namun, tidak banyak yang mengetahui lokasi secara lebih tepatnya Kampung Kauman ini. Kampung Kauman berada di selatan Malioboro. Kampung ini sebenarnya cukup mencolok dengan adanya gapura yang berwarna hijau dengan ukiran lambang Muhammadiyah di atas tulisannya. Gapura ini terasa timur tengah apabila dlihat-lihat. Kampung Kauman memang terasa seperti gang bukan jalan besar. Di sini tidak diperbolehkan pula memakai kendaraan, harus berjalan kaki. Karena dengan berjalan kaki selain tidak mengganggu para santri yang sedang belajar, jalan kaki juga merupakan perwujudan dari kerendahan hati.

8993328726_c76abcc5c3

Memasuki Kampung Kauman, atmosfer yang terasa adalah atmosfer timur tengah. Karena memang banyak bangunannya di sisi-sisi jalan yang memiliki arsitektur Timur Tengah dengan sentuhan Eropa. Di tengah kampung akan ditemukan taman kecil dengan monumen, monument ini memperingati meninggalnya warga Kauman yang ikut dalam perang melawan penjajah. Masih di Kampung Kauman, terdapat pula sebuah perpustakaan bernama Perpustakaan Mabulir yang menyediakan buku-buku agama Islam. Perpustakaan ini milik dari Bapak Dauzan, yang merupakan salah satu pejuang kemerdekaan yang bergerilya bersama Jenderal Sudirman.

uaKu8YPbDA

Seperti yang sudah disebutkan di awal, terdapat Masjid Agung di sini. Masjid ini masih memiliki bentuk bangunan asli yang beraksitektur Jawa. Masjid ini dibangun tidak lama setelah Kraton Yogyakarta juga dibangun. Masjid Agung masih aktif dipergunakan sampai dengan sekarang, berfungsi sebagai tempat beribadah baik untuk masyarakat sekitar maupun pengunjung. Di Kampung Kauman juga terdapat sekolah agama yang didirikan oleh K. H. Ahmad Dahlan yang menelurkan banyak tokoh-tokoh keagamaan yang kritis dan tangguh. Menapaki jejak Muhammadiyah di Kampung Kauman sungguh menjadi pengalaman yang tak tergantikan. Selain saksi bisu seperti bangunan dan jalan yang masih asli, masyarakat Kauman pun masyarakat yang unik, di Yogyakarta, Kampung Kauman juga terkenal dengan kampung Arabnya. Di sinilah masyarakat keturunan Arab di kota Yogyakarta berkumpul dan tinggal. Tertarik mengunjungi Kampung Kauman untuk liburan Anda? Tak usah khawatir kebingungan, segera saja reservasi di Labiru Tour untuk kebutuhan wisata Anda.

Silahkan berkomentar

  • Azka
    Balas

    waahh, ternyata sejarah islamnya kental jg ya. jadi penasaran pengen main kesini… 🙂

    • Admin

      iya dong, wajib kesana kalo main ke Jogja. ini bisa jadi alternatif wisata ziarah untuk muslim jg looo… 😀