Wisata di Yogyakarta sungguhlah beragam. Ada wisata alam, budaya, belanja, kuliner, dan lain-lain. Salah satu yang terkenal yaitu adalah wisata religi. Wisata religi ini meliputi kunjungan ke lokasi-lokasi tertentu yang dianggap sakral. Lokasi wisata ini tidak melulu berafiliasi langsung dengan agama yang bersangkutan seperti contohnya ziarah ke tempat ibadah. Wisata religi juga bisa berarti ziarah ke makam, makam yang dimaksud ialah makam tokoh tertentu yang pastinya punya kontibusi penting. Makam Raja di Imogiri merupakan salah satu wisata ziarah yang cukup menjadi primadona bagi kalangan wisatawan. Tempatnya sarat cerita dan sakral. Terkesan mistis dan misterius, namun apabila direnungkan banyak nilai yang dapat diambil setelah kunjungan dari lokasi populer ini.

132611_imogiri2

Makam Raja Imogiri ini didirikan oleh Sultan Agung, Sultan Agung merupakan raja ketiga di Kerajaan Mataram. Sebelum wafat, Sultan Agung menginginkan membangun sebuah makam yang terinsiprasi dari makam para nabi di tanah Arab. Lalu, beliau mendapatkan pasir dari Arab, dilemparlah pasir tersebut di tanah Mataram dan konon jatuh di pegunungan Imogiri yang masih sebarisan dengan Pegunungan Seribu. Maka di bukit inilah Sang Sultan membangun sebuah kompleks pemakaman yang ditujukan sebagai tempat pemakaman Raja-Raja Mataram. Ketika meninggal, Sultan Agung pun dimakamkan di lokasi ini. Sebagai penghormatan terakhir, Sultan Agung ditempatkan di puncak bukit. Di sebelah bawah timur puncak diperuntukan Raja dari Kasunanan Hamengkubuwono (Yogyakarta) dan di sebelah barat untuk Raja dari Kasunanan Pakubuwono (Solo/Surakarta).

Berwisata-ke-Kompleks-Makam-Raja-Imogiri

Kompleks pemakaman bersejarah ini berada di dekat Terminal bus Imogiri, Bantul. Apabila Anda menggunakan kendaraan umum, cukup mudah udah menuju ke lokasi makam. Dari Terminal Giwangan, pengunjung dapat naik bus jurusan Yogyakarta-Panggang atau Yogyakarta-Petoyan. Sesampai di Terminal Imogiri, tinggal jalan kaki kira-kira 250m. Anda sudah akan berada tepat di gerbang pertama makam para Raja. Apabila keberatan berjalan kaki, pengunjung dapat memanfaatkan jasa ojek yang banyak ditawarkan di sana. Mohon diingat untuk mengunjungi makam Raja ini, pengunjung harus menaati beberapa peraturan. Yang pertama ialah tidak memakai perhiasan (terlebih emas), kedua harus memakai baju adat, untuk baju adat ini disediakan pula oleh abdi dalem, anda dapat menyewanya. Ketiga menjaga keheningan, tidak berbuat dan berkata yang tidak sopan selama berada di lingkungan makam. Keempat senantiasa menjaga kelestarian alam, tidak memetik daun atau pohon.

first-plot-we-came-upon

Di kompleks Makam Raja di Imogiri, pengunjung dapat melihat beberapa situs yang sangat menarik. Di awalan ziarah, pengunjung akan menapaki ratusan anak tangga, jumlahnya ialah 409, menurut kepercayaan sekitar, barangsiapa yang menghitung anak tangganya dan jumlah akhirnya sama dengan jumlah yang sebenarnya, maka keinginannya akan terkabul. Ada satu anak tangga yang unik, karena bentukannya sudah tidak serapih yang lain. Anak tangga ini bergelombang, konon di bawah anak tangga ini tersimpan jasad dari salah seorang punggawa Mataram yang berkhianat terhadap Sultan Agung. Sebagai peringatan untuk punggawa dan masyarakat maka jasadnya (hasil hukuman mati) ditanam dan akan diinjak oleh setiap orang yang melewatinya. Dengan ini harapan Sultan Agung agar tidak ada lagi yang berniat berkhianat pada Raja.

Sebelum areal makam, ada beberapa areal yang tak kalah menarik untuk disimak. Salah satunya ialah tempat 4 tempayan suci yang merupakan pemberian dari kolega kerajaan dari Kerajaan Thailand, Turki, Aceh, dan Palembang. Air dari tempayan ini dapat diambil oleh pengunjung dan katanya memiliki khasiat untuk kesehatan dan rejeki. Banyak hal menarik lainnya yang terdapat di Makam Raja di Imogiri, kisah-kisah yang menjadi nafas dari lokasi pemakaman ini sungguh tak ternilai. Penasaran ingin ke Makam Raja? Tak perlu cemas dan tak perlu bingung, angkat telepon Anda segera dan hubungi Labiru Tour untuk informasi lebih lanjut.

Silahkan berkomentar