Mengunjungi museum adalah cara terbaik untuk mengingat dan memaknai kembali sebuah peristiwa bersejarah. Museum banyak jenisnya, dari museum seni sampai ke museum perang. Di kota budaya, Kota Yogyakarta ada sebuah museum yang tak kalah menarik dari situs-situs wisata lainnya, bernama Museum Dirgantara Mandala. Sesuai dengan namanya museum ini memuat serba-serbi dunia aviasi (penerbangan) yang dimiliki oleh TNI AU. Mungkin kesan pertama ketika mendengar nama museum ini terkesan seperti museum perang yang kesannya berat dan suram. Namun, kesan-kesan tersebut tidak nampak dalam museum ini. Mengunjungi Museum Dirgantara Mandala seperti membangun rasa kebanggaan kita pada perkembangan dunia penerbangan militer di negara kita.

museum dirgantara mandala

Tampak Depan

Museum ini didirikan dengan tujuan mengabadikan peristiwa-peristiwa sejarah yang terjadi dalam lingkungan TNI AU. Dahulu museum ini berdiri dan diresmikan di Jakarta dengan nama Museum Pusat AURI. Namun pada tahun 1978, museum ini kemudian dipindahkan ke Yogyakarta, disatukan dengan Museum Pendidikan Taruna AU yang memang berada di kompleks pangkalan udara Adi Sutjipto. Museum ini dapat dengan mudah dicapai baik dengan kendaraan umum maupun pribadi. Dengan menggunakan bus Trans Jogja, pengunjung dapat turun di shelter Janti dan dilanjutkan dari situ dengan menggunakan ojek/beca. Museum ini letaknya di pusat kota sehingga untuk mengunjunginya hanya membutuhkan waktu sekitar 15-20 menit menggunakan kendaraan pribadi dari pusat wisata Malioboro dan sekitarnya.

museum mandala jogja

Pengurus Museum Mandala

Museum Dirgantara Mandala memiliki koleksi yang terdiri dari benda-benda bersejarah TNI AU seperti patung, foto, lukisan, dokumen, plakat-medali penghargaan, seragam dinas, hingga pesawat asli. Memang dari sekian banyak koleksi yang terdapat di museum yang paling menarik adalah koleksi pesawat terbang milik angkatan udara kita. Kebanyakan dari pesawat-pesawat tersebut buatan dari negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Rusia, namun yang menarik di sini dapat kita temukan pesawat pertama yang dibuat oleh putra-putri Indonesia sendiri yaitu pesawat WEL-I-RI-X. Selain dari pesawat tempur dan pesawat angkut tersebut. Di museum ini pula kita mendapati koleksi alat utama sistem senjata (alutsista), berupa senjata-senjata jarak jauh (rudal, bom, roket) dan radar-radar yang digunakan untuk kebutuhan perang.

Koleksi-koleksi di museum ini kebanyakan adalah warisan dari jaman peperangan Perang Dunia ke II dan jaman perebutan kemerdekaan Indonesia. Koleksi ini tersebar dalam 6 buah ruangan (galeri) yaitu ruang utama, ruang kronologi I, ruang kronologi II, ruang alutsista (alat utama sistem senjata), ruang paskhas (Pasukan Khas TNI AU), ruang diorama, dan ruang minat dirgantara. Selain pameran koleksi berupa barang baik miniatur, replika, maupun asli, di sini pengunjung dapat pula belajar sejarah penerbangan militer AU lewat diorama-diorama yang menarik. Waktu kunjungan museum ini pukul 08:30 – 15:00 dibuka setiap hari. Bagi yang ingin berfoto-ria dengan koleksi museum dapat membeli tiket dokumentasi. Harga tiket museum sangat terjangkau, Rp 3000,-/orang dan tiket dokumentasi sebesar Rp 1000,-/orang. (periode harga tahun 2013)

Kunjungan ke Museum Dirgantara Mandala bisa menjadi alternatif wisata segala umur dan generasi. Segera hubungi Labiru Tour untuk kemudahan transportasi dan pengakomodasian wisata Anda. Paket spesial tur Jogja akan membawa Anda ke lokasi-lokasi fantastis, salah satunya Museum Dirgantara Mandala.

Silahkan berkomentar