Udara yang bersih dan sejuk, suasana yang asri dan tenang sudah pasti dirindukan oleh masyarakat yang tinggal di kota-kota besar. Jika masyarakat Jakarta umumnya melarikan diri ke Puncak, Bogor, untuk menikmati suasuana nyaman ala pedesaan, di Jogja ada sebuah desa wisata yang menawarkan hal yang sama. Desa ini disebut Desa Wisata Tembi. Desa wisata yang tergolong baru ini saat ini tengah mengembangkan potensinya. Berlokasi di Jalan Parangtritis KM. 8,4, Timbulharjo, Sewon, Bantul, desa wisata ini kini menjadi salah satu pilihan tujuan wisata yang mulai banyak dilirik wisatawan.

Desa Wisata Tembi pada awalnya diyakini sebagai sebuah tempat yang berfungsi sebagai tempat penitipan anak-anak raja sehingga warga sekitar percaya bahwa orang-orang yang datang dan menginap di Tembi akan sukses seperti ”raja”. Selain itu, Desa tembi juga dulunya dijadikan tempat peristirahatan para Abdi Dalem Kraton. Tak hanya itu, Desa Tembi ini juga dipakai sebagai tempat abdi dalem menyusui anak-anak raja dan kerabat raja.

desa wisata tembiSekarang ini, Desa Tembi dialihfungsikan menjadi desa wisata yang termasuk dalam kawasan Kampoeng Kerajinan Gabusan-Manding-Tembi (GMT) Bantul yang diresmikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X pada tanggal 31 Agustus 2007. Sebagai kampung Wisata, selain menyediakan paket pembuatan aneka kerajinan, di Desa Wisata Tembi ini juga disediakan paket wisata kuliner tradisional, wisata keliling kawasan GMT (Gabusan-Manding-Tembi) dengan mengendarai becak, andong, atau kereta mini, dan paket wisata bertani, termasuk memandikan kerbau, serta tak ketinggalan paket wisata outbound.

Di desa wisata ini juga kita ditawarkan untuk lebih mengenal kebudayaan Jawa lewat Museum Rumah Budaya Tembi yang memiliki koleksi yang cukup beragam. Koleksi yang tedapat di museum ini, yaitu peralatan tradisional masyarakat Jawa seperti peralatan dapur, persenjataan masyarakat Jawa, peralatan untuk bertani, dan peralatan kesenian Jawa. Selain itu, ada juga koleksi peninggalan dokumentasi berupa foto-foto zaman dahulu serta poster kuno, sepeda dan sepeda motor kuno, bahkan perpustakaannya memiliki koleksi naskah hingga mencapai kurang lebih 5000 buah.

Seru kan berwisata di desa wisata nan asri seperti ini? Segala kepenatan dan kebisingan kota dijamin langsung hilang dan badan jadi serasa segar kembali.

Silahkan berkomentar