Dunia anak-anak tidak pernah terlepas dari kata ‘mainan’. Di belahan mana pun di bumi ini, masa kanak-kanak ialah masa bermain, masa dimana mengeksplorasi dunia lewat bermain. Obyek bermain anak-anak tidak lepas pada benda-benda mainan (toys) dan bentuk permainan (games). Kedua hal ini berkembang sesuai dengan perkembangan jaman. Di Indonesia terdapat beberapa mainan dan permainan tradisional yang sangat menarik, namun ketika kini jaman makin jauh berubah, hal-hal tersebut sudah mulai dilupakan dan tergantikan dengan mainan yang lebih baru dan canggih. Sebuah museum di Kota Yogyakarta juga mengangkat keprihatinan yang sama akan keberadaan mainan dan permainan tradisional, museum ini adalah Museum Anak Kolong Tangga yang didirikan oleh seorang seniman Belgia dan beberapa orang asal Indonesia yang peduli dengan masa depan anak-anak Indonesia.

Apabila kita menilik sedikit ke belakang, memikirkan apa saja mainan yang dahulu kita mainkan sendiri maupun bersama dengan teman-teman. Banyak dari mainan dan permainan tradisional sungguh memiliki nilai moral yang tinggi sehingga sangat berharga apabila hal-hal tersebut tidak hilang hingga kini. Beruntunglah kita memiliki Museum Anak Kolong Tangga yang terletak di bawah tangga lantai dua, Taman Budaya Yogyakarta (TBY). TBY jaraknya hanyak 500 meter saja dari Taman Pintar, dan bisa ditempuh dengan jalan kaki apabila Anda dari kawasan Malioboro. Meski tempatnya tidak luas, hanya berupa lorong. Namun, Anda dapat merasakan kepuasan batin tersendiri mengunjungi lokasi ini. Museum Anak Kolong Tangga bagaikan mesin waktu yang mengantarkan Anda kepada ingatan dan memori masa kanak-kanak yang indah.

Museum Anak Kolong Tangga

Museum Anak Kolong Tangga

Museum Anak Kolong Tangga

Museum Anak Kolong Tangga

Koleksi Museum Anak Kolong Tangga meliputi berbagai mainan dan permainan di dunia khususnya di Nusantara. Mainan-mainan ini terdisplay dengan rapih dan cantik di sebuah kaca, ada beberapa juga yang digantung. Terdapat keterangan yang jelas mengenai asal usul mainan tersebut. Di luaran museum terdapat beberapa mainan peraga yang dapat disentuh dan dapat dimainkan. Hal ini tentunya menambah daya tarik dari museum ini. Melihat beberapa koleksi yang familiar seperti yoyo, gasing, boneka dakocan, permainan petak, membuat pengunjung dewasa akan senyum-senyum sendiri. Museum ini memang tak mengenal umur, baik apabila pengunjung mengajak keluarga termasuk anak-anak ke museum ini, anak-anak/keponakan Anda bisa mengetahui mainan-mainan apa saja yang Anda mainkan ketika waktu dahulu. Pengunjung anak-anak berusia di bawah tujuh tahun sangat diwajibkan untuk didampingi.

Museum Anak Kolong Tangga merupakan satu-satunya museum yang ditujukan untuk pelestarian obyek bermain anak-anak di Indonesia, maka worth to visit ketika Anda berlibur ke Yogyakarta. Terlebih banyak dari koleksi mainan di museum ini adalah mainan-mainan yang mengandung nilai sejarah dan budaya yang kental, banyak pula mainan handmade (bukan pabrikan) yang sudah sangat jarang ditemui sekarang. Museum ini buka dari Selasa hingga Jumat. Tiketnya hanya Rp 2.500,00 saja. Bagaimana tertarik mengenang masa kanak-kanak? Hubungi Labiru Tour untuk kemudahan perencanaan liburan Anda. Let’s get holiday!

Silahkan berkomentar