Siapa kini yang tak mengenal Batik? Batik sudah seperti identitas dari Bangsa Indonesia. Kain Batik selalu menjadi ciri khas bagi rakyat Indonesia yang dapat dipakai untuk berbagai acara, baik formal maupun informal. Batik juga masuk ke dalam perlengkapan kehidupan kita, aplikasi dari kain batik dapat dengan mudah kita temui mulai dari tas, dompet, tempat laptop, sampai dengan sepatu dan sandal. Batik sudah diresmikan sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia dilindungi yang diakui resmi oleh UNESCO. Peresmiannya dilakukan pada tahun 2009 lalu. Yang dilindungi dan diakui bukan hanya kainnya saja, tapi juga kepada keseluruhan proses pembuatan batik. Dari sini kita dapat melihat bahwa batik memang warisan pusaka yang wajib diturunkan kepada anak cucu kita. Salah satu cara untuk pelestariannya adalah dengan membangun sebuah museum yang bertemakan batik.

1304953405

Hal inilah yang menjadi dasar pemikiran dari Bapak Hadi Nugroho dan Ibu Dewi Sukaningsih, suami istri ini mendirikan Museum Batik Yogyakarta yang berlokasi di Jalan Dr. Sutomo No. 13. Plangnya terlihat jelas dari pinggir jalan. Bapak Hadi dan Bu Dewi ini memang mengoleksi ribuan kain batik, koleksinya dipamerkan di ruangan museum seluas 400 meter persegi. Museum ini juga menyatu dengan rumah tinggal sepasang suaami-istri tersebut. Museum ini diresmikan pada tahun 1977. Di dalam museum ini tersimpan 1200 lembar kain batik, terdapat sedikitnya 500 kain batik tulis, 560 batik cap, 124 canting (alat pembatik), dan kurang lebih 35 wajan pewarna. Batik yang ada pun tidak terbatas pada kain batik Yogyakarta saja, tapi juga meliputi daerah lain seperti Cirebon, Pekalongan, Indramayu, dan lain-lain. Koleksi tertau yang dimiliki oleh museum ini adalah kain batik yang dibuat pada tahun 1700-an.

museum-bati-jogja

Selain batik museum ini juga menyimpan koleksi sulaman yang sebagian besar dimiliki dan dikumpulkan oleh Bu Dewi. Pada tahun 2000, Museum ini mendapatkan rekor MURI sebagai karya sulaman terbesar di Indonesia yaitu batik yang berukuran 90 x 400 cm persegi. Museum buka hari Senin-Sabtu jam 9 pagi sampai dengan jam 3 sore. Apabila beruntung pengunjung juga dapat melihat proses pembuatan batik di sini. Bagi yang ingin membeli kain batik, terdapat toko souvenir di museum ini. Museum Batik ini merupakan museum batik satu-satunya di Yogyakarta, dan cukup terkenal di kalangan pencinta batik. Museum ini kerap kali dikunjungi oleh wisatawan mancanegara. Bagaimana dengan Anda? Berminat mengunjungi museum berharga ini? Dengan mengunjungi museum ini seelain bertambah wawasan mengenai batik, Anda juga akan tertegun bangga dengan mahakarya budaya Indonesia yang satu ini.

batik

Rancang wisata Anda ke Kota Yogyakarta sekarang juga. Jangan menunggu terlalu lama. Lokasi wisata di kota ini senantiasa hangat menyambut kedatangan Anda. Paket Wisata Jogja dari Labiru Tour menawarkan berbagai macam paket tujuan wisata yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda.

Silahkan berkomentar

  • Reno Rasiwara
    Balas

    Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai batik indonesia.Benar benar sangat bermamfaat dalam menambah wawasan kita menjadi mengetahui lebih jauh mengenai ilmu batik.