Mengulik sejarah panjang peperangan antara tentara Belanda dengan rakyat Indonesia, terdapat satu kisah menarik yang hingga kini masih menjadi panutan masyarakat dalam memaknai perang menuju kemerdekaan. Peristiwa tersebut ialah Perang Diponegoro, yang dipimpin oleh seorang keturunan ningrat bersahaja bernama Pangeran Diponegoro. Pada perang ini, Belanda mengalami kerugian yang cukup banyak, Belanda kehilangan 15.000 angkatan bersenjatanya dan harta mereka sejumlah 20 juta gulden. Kejadian ini hampir saja mengusir Belanda dari tanah air. Peristiwa ini membuat Pangeran Diponegoro dikenal sebagai pahlawan negara yang tak kenal takut dan berprestasi. Namun, sayang ia harus meninggal di benteng penjara setelah 5 tahun berjuang melawan para penjajah.

Sebagai generasi modern, kini pengunjung dapat melihat peristiwa dan aksi heroik dari sang Pangeran di Museum Sasana Wiratama sebuah museum yang memang ditujukan untuk mengenang perjuangan Pangeran Diponegoro. Museum ini terletak di desa Tegalrejo, Yogyakarta. Pangeran Diponegoro merupakan salah satu keturunan langsung dari Raja Jawa. Namun kehidupannya lekat dengan rakyat jelata. Pangeran Diponegoro hidup bersahaja jauh dari hingar-bingar kerajaan, padahal beliau adalah anak dari Sultan Hamengkubuwono III. Museum ini didirikan di atas puri kediaman sang Pangeran di Desa Tegalrejo. Tanah seluar 2,5 hektar ini kini telah dibangun pula monumen yang mengingatkan pengunjung pada para pejuang perang. Lewat relief dari monumen ini, pengunjung dapat membaca kehidupan ketika jaman itu, mengenai Desa Tegalrejo, perjuangan perang, sampai proses tertangkapnya Pangeran Diponegoro oleh Sekutu Belanda.

Museum Sasana Wiratama

Museum Sasana Wiratama

Museum Sasana Wiratama

Tampak Depan Museum Sasana Wiratama

Benda-benda yang dipamerkan di Museum Sasana Wiratama sebagian besar adalah barang-barang asli yang dipakai ketika Perang Diponegoro berlangsung, berbagai senjata dari bedil hingga keris kuno dapat ditemukan. Berbagai peralatan berkuda yang identik dengan Pangeran Diponegoro pun ada di sini. Selain itu, patung-patung dan beberapa peninggalan Keraton juga dapat pengunjung lihat di museum ini. Peninggalan lain yang dapat disaksikan ialah sebuah dinding berluang yang disebut Dinding Jebol konon dinding ini dijebol oleh Pangeran Diponegoro dengan menggunakan tangan kosong. Alat-alat rumah tangga yang dibuat tahun 1700-an juga masih cantik terlihat terawat. Mengunjungi Museum Sasana Wiratama seperti kembali ke jaman penjajahan, membuat pengunjung berdecak kagum bagaimana para pahlawan ketika itu berperang dengan peralatan minimum namun dengan semangat yang membara dapat membuat musuh hampir bertekuk lutut.

Berkunjung ke museum mempelajari sejarah sangatlah menarik, ada banyak hal yang dipetik dari kunjungan ini. Selain mengagumi museum dari fisik, seperti arsitektur dan benda-benda pameran, pengunjung dapat memaknai peristiwa sejarah dengan perspektif yang berbeda. Segera reservasi wisata sejarah Anda melalu Labiru Tour. Kami hadir dan memberikan yang terbaik untuk Anda!

Silahkan berkomentar