Mengulik sejarah Keraton Yogyakarta seolah tidak pernah ada habisnya. Banyaknya bangunan bersejarah yang berdiri tersebar di Kota Yogyakarta menjadi penilaian tersendiri bahwa Keraton Yogyakarta merupakan Keraton yang kokoh dengan kekayaan budaya yang tak ternilai harganya. Di daerah Krapyak, tepat di sebelah selatan Keraton terdapat bangunan berbentuk kotak berwarna hitam yang sudah terlihat dari kejauhan. Bangunan apakah itu? Itu adalah Panggung Krapyak. Panggung Krapyak ini menyimpan sejumlah cerita dan sejarah mengenai hobi berburu para Raja Mataram.

P1000846

 

Dahulu, daerah Krapyak merupakan hutan lebat tempat vegetasi dan hewan berkembang biak. Hewan khas hutan ini adalah rusa hutan. Selain itu juga terdapat hewan-hewan lain, namun memang yang menjadi favorit buruan adalah rusa hutan. Panggung ini didirikan oleh Sultan Hamengku Buwono I, dengan tujuan menjaga para raja yang ingin berburu, terhindar dari segala mara-bahaya yang mungkin bisa mengancam nyawa sang raja, seperti contohnya diterkam hewan buas. Bangunan ini berukuran 17,6 x 15 m dibuat dari bata merah yang disemen. Tinggi panggung 10 meter, di dalamnya terdapat dua lantai. Lantai dua ini yang dipergunakan oleh para raja untuk mengintai hewan buruan. Bangunan ini memiliki jendela dan pintu di setiap sisinya. Jendelanya berjumlah dua buah, bolong, tanpa penutup apa pun. Pintu dan jendelanya berbentuk melengkung, seperti di pintu dan jendela masjid.

antarafoto-PanggungKrapyak031011

Sepertinya fungsi dari Panggung Krapyak ini bukan hanya untuk kebutuhan berburu. Karena menurut masyarakat sekitar Panggung Krapyak ini juga dipergunakan sebagai pos keamanan dan tempat latihan berperang. Di jaman modern sekarang ini, Panggung Krapyak merupakan bangunan bersejarah yang senantiasa dilindungi oleh masyarakat dan pengunjung. Pada tahun 2006, pasca bencana gempa bumi Bantul. Panggung Krapyak sempat mengalami kerusakan yang cukup parah. Namun, kini pengunjung dapat menyaksikan kekokohan panggung ini kembali karena telah selesai direnovasi dan direkonstruksi.

Panggung-Krapyak-5

Banyak yang bilang juga bahwa Panggung Krapyak ini ikut dalam porors imajiner yang menghubungkan antara Gunung Merapi, Keraton Yogyakarta, dan Pantai Laut Selatan. Hal ini menambahkan nilai keantikan dari bangunan tinggi ini. Waktu yang tepat mengunjungi Panggung Krapyak sebetulnya pada malam hari karena terdapat sorot lampu yang cantik menerangi panggung ini. Namun, tidak menutup kemungkinan untuk mengunjunginya di pagi atau siang hari karena tempat ini teduh. Masyarakat sekitar juga ramah dengan pengunjung, pengunjung dapat sekaligus menyaksikan kegiatan sosial yang dilakukan oleh masyarakat di sini. Penasaran dengan bangunan unik ini? Ingin ikut merasakan atmosfer berburu para Raja Mataram dahulu kala? Labiru Tour siap mengantar Anda ke gerbang Panggung Krapyak kapanpun Anda mau. Segera reservasi sekarang! Selamat berlibur!

Silahkan berkomentar