Tujuh puluh kilometer jarak yang perlu ditempuh untuk sampai ke sebuah pantai cantik yang baru-baru ini dibuka kembali sebagi tempat pariwisata, Pantai Sadeng namanya. Bagi yang belum pernah mendengar, dimaklumi, karena memang belum banyak yang mengunjungi pantai ini. Bisa dibilang Pantai Sadeng masih cukup misterius di kalangan para penggemar traveling. Pantai Sadeng ini cukup dekat letaknya dengan kedua saudaranya yang lebih terkenal yaitu Pantai Siung dan Pantai Wediombo. Untuk ke pantai ini dari pusat Kota Yogyakarta memang perlu sedikit usaha, karena jaraknya tidak dekat. Kira-kira 2 jam dengan menggunakan kendaraan pribadi (baik motor atau mobil). Baik apabila pengujung ingin mengunjungi pantai ini berangkatlah sejak pagi hari ketika masih segar dan matahari pun masih terang. Dalam perjalanan, dapat mengambil istirahat sementara ketika tiba di Kota Wonosari (Ibukota Kabupaten Gunung Kidul), lalu baru setelah itu melanjutkan perjalanan.

Pantai-Sadeng-56

Pantai Sadeng sangat erat hubungannya dengan Sungai Bengawan Solo. Mungkin banyak yang bertanya-tanya, yang sekarang kita ketahui Sungai Bengawan Solo itu mengalir melewati kota Wonogiri dan Ponorogo, muaranya juga terletak Laut Jawa dekat Kota Gresik, kenapa bisa sampai ke Gunung Kidul? Jadi ceritanya, dahulu Sungai Bengawan Solo ini konon mengalirnya ke daerah selatan dan pangkal muaranya adalah Pantai Sadeng ini. Mengapa lalu sekarang berubah arah dikarenakan adanya pergerakan lempeng Indo-Australia yang menyebabkan aliran sungai jadi berubah ke arah utara. Hal ini terjadi sekitar empat juta tahun yang lalu. Namun di Pantai Sadeng ini kita masih bisa melihat tanah bekas aliran air Sungai Bengawan Solo tersebut, kini memang sudah tertanam dengan rerumputan dan pertanian, tapi struktur tanahnya yang lebih rendah (seperti mencekung) membuat kita yakin bahwa dahulu itulah struktur alirannya.

101_0656

Kini Pantai Sadeng dipergunakan oleh masyarakat sekitarnya untuk mencari ikan. Sebagian besar pekerjaan di daerah ini adalah bertani dan nelayan. Di pinggir pantai terdapat banyak kapal yang bertengger milik masyarakat setempat. Perahu-perahu inilah yang menjadi ikon fotografi bagi para pengunjung. Selain itu karena belum ramai dengan wisatawan di Pantai Sadeng ini cenderung sangat bersih padahal manajemen wisata nya masih dilakukan secara sukarela saja oleh para warga sekitarnya. Pemandangannya pun masih asri, perbukitan kapur, bukit-bukit yang berpohon jadi terlihat hijau, airnya pun berwarna biru. Pasirnya pasir khas pantai Gunung Kidul yang cokelat muda bersih. Apabila kita terus berjalan ke timur, kita akan menemukan pantai-pantai lainnya yang lebih kecil dan belum bernama. Lalu kita bisa sampai ke Teluk Wonogiri.

sadeng

Banyak hal yang bisa kita lakukan di Pantai Sadeng walaupun yang ideal adalah menikmati pemandangan dan berenang di pinggiran pantai, kegiatan tersebut adalah mengobrol dengan warga dan makan ikan segar hasil tangkapan dari para nelayan, segar dan membuat perut kenyang. Pantai Sadeng memang cukup terkenal dengan tangkapan hasil lautnya, sesuai dengan nama pantai tersebut yang bermakna cukup dalama Bahasa Jawa. Ingin bepergian liburan ke Yogyakarta dan tentunya Pantai Sadeng? Reservasi wisata Anda di paket wisata Labiru Tour sekarang juga.

Silahkan berkomentar

  • djatmoko
    Balas

    Alhamdulllah, pesona alam Gunungkidul memang mooi