Mengunjungi daerah baru tentunya menjadi kurang lengkap apabila tidak dibarengi dengan membeli oleh-oleh khas daerah tersebut. Wisatawan yang datang ke Yogyakarta seringkali membeli batik sebagai buah tangan yang diberikan kepada saudara atau rekan. Tidak terlalu banyak yang tahu bahwa oleh-oleh khas Yogyakarta sebenarnya tidak hanya batik, ada oleh-oleh lain yang juga sama bagusnya dengan batik, yaitu berbagai barang yang terbuat dari kulit yang bisa dibeli di Bantul. Lokasi tempat membeli oleh-oleh barang kulit tersebut adalah Pusat Kerajinan Kulit Manding. Meski kerajinan dari kulit memang lebih identik dengan industri Jawa Barat yang pusatnya di Cibaduyut, Bandung, hasil karya tangan pengrajin Bantul ini tidak kalah dengan dengan Cibaduyut. Bisa dibilang Pusat Kerajinan Kulit Manding ini adalah sentra penjualan barang-barang kulit utama di DIY dan Jawa Tengah.

Bertempat di Jalan Parangtritis KM 11 atau lebih tepatnya di Jalan Wahidin Sudiro Husodo, Manding, Sabdodadi, Bantul, lokasi Pusat Kerajinan Kulit Manding tidak jauh dari Kota Yogyakarta, hanya berjarak 15 KM saja ke arah Parangtritis, pengunjung akan menemukan gerbang besar (gapura) yang bertuliskan Sentra Industri Kerajinan Kulit Manding. Tidak sulit menemukannya. Untuk mencapai lokasi ini dapat menggunakan bus trayek Yogyakarta-Parangtritis dan juga kendaraan pribadi. Sangat disarankan menggunakan kendaraan pribadi karena bus trayek jumlah dan waktunya sangat terbatas. Sesampai di gapura, sepanjang Jalan Manding tersebut akan ditemukan banyak kios dan toko kerajinan kulit. Kurang lebih ada 100-an kios dan toko tersebar di jalan tersebut. Pengunjung dapat dengan leluasa memilih-milih barang, harga satu toko dengan yang lainnya sangat bersaing, tidak berbeda jauh.

manding jogja

manding jogja

kerajinan kulit jogja

kerajinan kulit jogja

Bagaimanakah sentra penjualan ini awalnya terbentuk? Dahulu ketika tahun 1940-an ada tiga orang warga desa Manding yang bekerja pada sebuah pabrik kulit di Yogyakarta yang memproduksi pakaian dan pelana kuda, namun tidak lama setelah itu mereka bertiga mendirikan tempat usaha pribadi di kampung halaman mereka. Dari sinilah cikal-bakal sentra penjualan kerajinan kulit ini. Usaha yang begitu cepat berkembang sampai dengan warga se-kampung juga membuat usaha yang serupa, sehingga dikenalah Desa Manding sebagai desa penghasil kerajinan kulit. Puncak kejayaan Desa Manding adalah tahun 1970 sampai dengan awal 1990-an. Ketika itu hasil karya sudah sampai diekspor ke Eropa. Di era krisis moneter para pengrajin sempat mengalami kemunduran produksi. Di tahun 2000-an para pengrajin mulai kembali mengembangkan bisnis mereka dan hal ini terdukung oleh pemerintah Kabupaten Bantul yang sedang mengangkat pariwisata di Kota Bantul.

Berbagai barang dapat ditemukan di tempat ini, pakaian seperti jaket, ikat pinggang, dompet, tas, dan sepatu. Untuk sepatu menjadi primadona warga domestik karena dikenal memiliki kualitas prima dengan harga yang ramah di kantong. Selain itu juga banyak dijual souvenir yang berbahan dasar kulit. Pengrajin di Pusat Kerajinan Kulit Manding masih mengerjakan keseluruhan proses produksi dengan manual, maka itu jahitannya juga kuat. Untuk model, kerajinan Manding tidak kalah dengan sentra penjualan kerajinan kulit di tempat lain. Beberapa model modern dan juga etnik, terlebih etnik ke arah budaya Jawa. Tertarik menemukan barang berkualitas dengan harga terjangkau? Segera hubungi Labiru Tour untuk kunjungan Anda ke Pusat Kerajinan Kulit Manding di Kabupaten Bantul. Dapatkan penawaran spesial diskon akomodasi dan transportasi sekarang juga.

Silahkan berkomentar