Telah banyak seniman-seniman yang lahir dan mengecap ilmu di Kota Yogyakarta. Nama harum mereka bukan hanya sebatas di dalam negeri saja, banyak pula yang sudah terkenal sampai mancanegara. Perkembangan seni di dalam kota pun sangat pesat, berbagai bentuk publikasi seni pun dihargai oleh masyarakat. Pendidikan tinggi seni di kota ini diburu oleh para pemuda-pemudi Indonesia yang ingin menimba ilmu. Karena hal inilah lantas Kota Yogyakarta menyandang predikat sebagai kota seni dan budaya. Satu hal yang tak dapat dilepaskan dari eksistensi seni di Yogyakarta adalah keberadaan beberapa galeri dan museum seni yang tersebar di seluruh kota. Di pusat kota Yogyakarta sendiri terdapat Jogja National Museum yang merupakan wadah bagi para seniman, baik pemula maupun profesional, baik lokal maupun internasional.

Awalnya gedung yang kini menjadi Jogja National Museum adalah gedung perkuliahan ASRI (Akademi Seni Rupa Indonesia). Setelah ASRI berubah nama menjadi ISI (Institut Seni Indonesia) dan pindah ke kampus terbaru baru di Jalan Parangtritis, maka gedung ini ditinggalkan. Setelah kejadian tersebut, gedung menjadi kurang terawat dan terurus, hal ini mengundang keprihatinan ketua Yayasan Yogyakarta Seni Indonesia, KPH Wironegoro. Beliau merasa gedung ini sangat bersejarah karena telah menjadi wadah dan tempat kelahiran para seniman-seniman hebat Indonesia. Atas dasar tujuan pelestarian dan pengembangan maka gedung ini direnovasi dan dipergunakan kembali. Perombakan besar-besaran dimulai sejak tahun 2008, perombakan meliputi penambahan fasilitas untuk wadah kreasi para seniman.

museum nasional jogja

Gedung yang semula ruangan kelas kini berubah menjadi Jogja National Museum yang berkomitmen memberikan ruang bagi seniman-seniman kontemporer untuk memamerkan hasil karya nya. Secara umum bangunan Jogja National Museum terbagi atas 4 bagian yaitu Hall A (yang memiliki 3 lantai), Pendopo, Gedung Patung, dan Gallery for Citizens. Bangunan utama Jogja National Museum yaitu Hall A adalah gedung ekshibisi utama tempat pameran karya seniman nasional dan internasional. Begitu pula Pendopo dan Gedung Patung. Yang menarik adalah Gallery for Citizens, dimana dapat dipakai secara cuma-cuma untuk seniman pemula yang ingin memamerkan karyanya. Dari sinilah bukti bahwa Jogja National Museum peduli akan perkembangan dunia seni dengan merangkul pula para seniman muda yang akan menjadi penyambung denyut nadi dunia seni. Selain galeri seni, di sini pula terdapat cottage dan toko musik. Cottage ini disewakan untuk para seniman yang tinggal sementara di Yogyakarta, namun juga disewakan untuk umum. Toko musik di Jogja National Museum menjual hasil karya musisi indie, koleksinya cukup lengkap.

Penasaran dengan hasil karya seniman kontemporer, ingin menikmati dan mengapresiasinya? Jogja National Museum berlokasi di pusat kota, lebih tepatnya di daerah Gampingan, Wirobrajan. Dari Malioboro hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit saja. Bisa dicapai dengan kendaraan umum becak, ojek, dan bus Trans Jogja. Selain karya seni, pengunjung dapat pula melihat aktivitas lainnya seperti seminar, diskusi, lokakarya, dan pertunjukan seni. Setiap bulannya Jogja National Museum memiliki agenda acara yang berbeda yang dapat dicek di web nya di www.jogjanationalmuseum.com . Labiru Tour menyediakan paket wisata Jogja lengkap, termasuk ke Jogja National Museum dan museum-museum seni lainnya. Segera reservasi wisata Anda. Kami siap membantu Anda.

Silahkan berkomentar