Tidak hanya anak kecil yang menyukai panganan dingin bertekstur lembut. Seringkali berwarna-warna makanan ini enak dilihat dimata. Paling cocok disantap ketika siang hari yang cukup panas. Hmm.. Makanan apa ya? Es krim, yap, siapa yang tidak menyukai makanan yang satu ini. Sedari kecil es krim selalu di hati. Makan es krim merupakan kegiatan yang menyenangkan, bisa membangkitkan mood yang sedang kurang baik. Makin tahun, makin modern, jenis es krim sudah tidak terhitung lagi jumlahnya. Kini, jenis es krim yang paling terkenal adalah es krim khas Italia bernama Gelato. Gelato menjadi primadona para pecinta dessert di dunia menggeser jenis-jenis es krim lain, termasuk es krim lokal.

tumblr_inline_ne95kfSC5r1qhiqwn

Di Kota Yogyakarta sendiri, Gelato sangat populer, tiap tahun ada saja mini kafe atau restoran baru yang menyediakan Gelato. Namun, di tengah perubahan jaman dan globalisasi yang kencang ini ada sebuah toko es krim kuno yang masih berjaya dan kokoh. Padahal usianya sudah tidak lagi muda, usia toko ini sudah 40 tahunan. Nama toko es krim kuno ini adalah Tip Top. Toko Tip Top tidak kalah saing dengan gerai-gerai Gelato yang bermunculan. Toko Tip Top ini memiliki pelanggan-pelanggan setia yang menggemari es krim khas toko ini mungkin bisa jadi sejak kecil dulu. Toko Tip Top terletak di Jalan Mangkubumi tepat di sebelah Kantor Kedaulatan Rakyat. Dari arah Malioboro bisa ditempuh dengan berjalan kaki, jaraknya kira-kira 1 KM. Namun, apabila terlalu lelah untuk berjalan bisa dengan becak atau ojek dan juga bus Trans Jogja.

tip-top

Melihat bangunan Tip Top dari luar, pengunjung serasa dibawa kembali ke zaman kolonial. Arsitektur khas toko jaman dahulu sangat kental terasa. Papan nama toko yang dihiasi lampu neon bertuliskan Ice Cream Tip Top Snack. Kaca besar yang terpampang di depan toko juga menjadi khas sekali toko yang di bangun pada jaman penjajahan. Menilik ke dalam toko, interior toko juga kesannya jadul, dengar-dengar baik interior maupun eksterior dari toko ini belum berubah dari bangunan aslinya. Masih memakai model yang dahulu dan tidak mengalami tahapan renovasi yang besar. Satu hal yang tak lepas dari pandangan juga kursi dan meja nya pun jadul dan masih terawat. Itu dia mengenai bangunannya, lalu bagaimana dengan es krimnya sendiri? Ketika memasuki toko pengunjung akan diberikan sebuah menu, menunya ini pun unik karena dipigura. Di menu dapat kita baca ada sekitar 50 varian rasa es krim, harganya berkisar Rp 12.000 sampai dengan Rp 39.000 untuk satu jenis es krim. Tidak mahal, harga yang pantas untuk ukuran es krim yang non-mainstream dan membawa nilai nostalgia bagi para pengunjungnya.

es-krim-marry-annes-jogja

Es krim di sini adalah jenis hard ice-cream yang teksturnya mirip-mirip es puter. Memakan es krim ini tidak cepat habis, cocok untuk teman mengobrol. Karena teksturnya yang lebih keras dari jenis lain membuat es krim tidak cepat leleh di dalam mulut. Rasanya manis tapi tidak berlebihan, tidak seperti es krim lain yang ketika di telan rasa manisnya seperti masih menempel di tenggorokan. Selain es krim, di sini pula ada menu snack seperti lumpia, kentang goreng, pastel, nugget, dan primadonanya adalah Tip Top cake yaitu bolu mandarin berwarna kuning yang lembut sekali. Di sini juga tersedia minuman berupa soft drink dan air putih. Es krim dan makanan di Toko Tip Top dijamin bebas pengawet.

IMG_2011

Toko Tip Top dapat dikunjungi setiap hari jam 09:30-13:30 dan 17:00-21:30. Di siang hari toko ini menerapkan sistem siesta. Jadi pada siang hari toko ini tutup, pemilik dan pekerjanya beristirahat. Toko Tip Top menawarkan sensasi makan es krim yang berbeda dengan toko es krim lainnya. Tulis Toko Tip Top dalam list petualangan kuliner Anda. Labiru Tour menyediakan Jogja Tour lengkap, termasuk mengunjungi kedai bersejarah ini.

Silahkan berkomentar

  • Vian
    Balas

    Sangat menarik dan harus disempatkan untuk dikunjungi, agar bisa terbukti kebenarannya apa yang di informasikan kepada pembaca

  • Joop
    Balas

    Foto gedung tidak sesuai..foto dari Mana ini? Tidak ada becak jogja seperti di foto. Becak jogja pengendaranya di belakang. Bukan di samping.