Bagi para pengunjung yang sering berjalan-jalan di Malioboro, sempatkanlah untuk mampir ke Benteng Vredeburg. Bangunan ini umurnya diperkirakan mencapai 3 abad lebih. Lokasinya tepat berada di seberang Istana Kepresidenan Yogyakarta. Benteng Vredeburg berdiri sejak masa pemerintahan Sri Sultan Hamengkubuwono I. Mulanya benteng ini bernama Rustemburg (peristirahatan). Benteng ini dibangun atas usulan kolonial Belanda, dengan alasan Sri Sultan belum mempunyai angkatan perang yang memadai.

Bangunan benteng diarsiteki oleh Frans Haak. Untuk menyempurnakan benteng ini, kolonial Belanda membutuhkan waktu 5 tahun untuk mendapat restu dari Sri Sultan. Kini setelah mengalami proses penyempurnaan bangunan benteng yang baru tersebut dinamakan Benteng Vredeburg yang artinya perdamaian.

Bangunan benteng memiliki denah berbentuk persegi dan arahnya menghadap ke barat. Luas dari bangunan ini sekitar 2,5 hektar. Sebelum masuk ke pintu gerbang utama terdapat sebuah jembatan yang menjadi jalan penghubung utama arus keluar masuk Benteng Vredeburg. Pintu gerbang ini ciri khasnya bergaya arsitektur klasik Eropa (Yunani-Romawi), yang dapat dilihat pada bagian tympanium disangga oleh 4 pilar yang bergaya doric.

benteng vredeburg

Pada masa koloni Belanda kendaraan yang digunakan hanyalah kuda dan kereta saja. Di sekitar jembatan yang menjadi jalan penghubung utama dilengkapi dengan benteng keliling yang tebalnya 1 meter berbentuk bujur sangkar. Ada bagian tonjolan keluar yang digunakan untuk mengantisipasi musuh yang kuat. Kemudian dibuatlah anjungan untuk menempatkan meriam sebagai sistem pertahanan kolonial Belanda. Benteng ini juga dikelilingi oleh parit, yang dulu fungsinya digunakan sebagai pertahanan awal dari serangan musuh. Akan tetapi kini parit tersebut hanya bersisa di bagian depan gerbang utama dan berfungsi sebagai drainase saja.

Benteng Vredeburg memfasilitasi tempat hiburan seperti bar dan soes yang biasa digunakan untuk bermain bilyard. Di dalam bangunan benteng ini juga terdapat banyak ruangan, diantaranya seperti ruang sidang, ruang administrasi, kamar prajurit dan asrama perwira serta dapur. Kini ruangan asrama perwira beralih fungsi menjadi tempat diorama-diorama yang diisi miniatur yang bercerita tentang sejarah perlawanan masyarakat Yogyakarta mengusir tentara Belanda.

Benteng Vredeburg buka setiap hari Selasa sampai Minggu, pada hari Selasa hingga Jumat buka pada pukul 08.00-16.00 WIB sedangkan pada hari Sabtu hingga Minggu pukul 08.00-17.00 WIB. Harga tiket masuk ke benteng Vredeburg cukup dengan Rp 2.000,00 saja.

Comments