Selalu saja ada cerita menarik pada setiap situs-situs purbakala. Beberapa kisah sangat terkenal seperti kisah Rara Jonggrang yang menolak cinta di Candi Prambanan, atau kisah cinta beda keyakinan yang menyelimuti Candi Plaosan. Dan cerita-cerita lain yang menarik dan memiliki nilai eksentrik tersendiri. Pada candi yang belum lama ini ditemukan, bernama Candi Kedulan terdapat kisah tentang adanya sebuah desa kuno yang dapat membangun bendungannya sendiri. Sebagai desa yang berdiri ratusan tahun yang lalu, memiliki sistem irigasi dan penampungan air yang cukup modern bisa dibilang menakjubkan dan fantastis.

candi kedulan 44

Candi Kedulan terletak 3 KM dari Candi Prambanan, letaknya sangat dekat dengan Candi Sambisari. Detailnya candi ini terletak di Dusun Kedulan, Kelurahan Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Yogyakarta. Untuk menuju ke candi ini memerlukan kendaraan pribadi, waktu tempuhnya kira-kira 30 menit dari pusat Kota Yogyakarta. Candi ini diperkirakan dibangun ketika abad 8 dan 9. Candi Kedulan baru ditemukan pada tahun 1993, cukup muda usia penemuannya apabila dibandingkan candi yang lain. Seperti Candi Sambisari, candi ini juga ditemukan dalam keadaan tertumpuk material pasir hasil letusan Gunung Merapi. Orang yang menemukan candi ini adalah seorang buruh penggali pasir, yang ketika itu mau mengambil pasir di daerah tersebut. Dari beberapa penelitian, disebutkan bahwa Candi Kedulan ini terkubur di bawah 13 lapisan pasir, yang dapat diartikan telah mengalami 13 kali periode letusan Gunung Merapi. Menandakan bahwa Candi ini sangat tua.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Terlihat dari luar, arsitektur dari Candi Kedulan mirip dengan tetangganya, Candi Sambisari dan Candi Ijo. Penemuan Yoni dan struktur candi yang bertingkat membuat penilaian bahwa candi ini merupakan candi bercorak Hindu. Sampai dengan sekarang candi ini masih dalam tahap pengembangan. Makin seru untuk dikunjungi, karena ketika kita menapakan kaki ke area candi, baru beberapa struktur bangunan saja yang sudah terlihat bentuknya. Lainnya masih berceceran dan masih dinamain dengna menggunakan kapur. Di sekitar candi pun masih banyak pekerja dari badan purbakala yang meneliti dan merekonstruksi candi. Di sini pengunjung bisa bertanya dan mengobrol dengan petugas seputar candi.

candi-kedulan-6y

Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa ada kisah mengenai desa kuno yang ditemukan di prasasti candi ini. Ketika tahun 2003, ditemukan Prasasti Pananggaran dan Sumugul di area ini. Prasasti ini ditulis dalam aksara Palawa dan bahasa Sansekerta. Isinya mengenai kebijakan pembebasan pajak di Desa Pananggaran dah Parahyangan untuk membuat sebuah bendungan dan sistem irigasi, serta pendirian bangunan suci bernama Tiwaharryan di zaman Kerajaan Mataram Kuno. Lalu diketahui bahwa bangunan suci Tiwaharyyan tersebut adalah Candi Kedulan itu sendiri. Hal unik kedua dari penemuan candi ini adalah bahwa relief dan hiasan pada batu-batu penyusun candi memiliki corak yang kaya. Salah satu reliefnya, relief Kala malah menyerupai relief Kala di Jawa Timur.

Menarik bukan mempelajari struktur candi-candi langsung dari tempat ekskavasi dan penggaliannya yang sampai sekarang masih berlangsung. Berminat, hubungi segera Labiru Tour untuk akomodasi, transportasi, paket wisata Anda. Candi Kedulan ini tepat menjadi salah satu destinasi Tour De Candi Anda.

Artikel Lain

Tinggalkan Komentar Anda