Keeksotisan Goa yang satu ini memang sudah tidak diragukan lagi. Goa vertikal yang menyembunyikan pesona hutan purba serta keindahan cahaya surga ini amat sayang jika tidak dijelajahi, apalagi bagi kalian yang suka mencoba tantangan dan memacu adrenalin.

Dua Goa vertikal yang saling berhubungan ini sudah cukup terkenal, apalagi setelah lokasi ini dijadikan sebagai latar pembuatan iklan sebuah produk rokok nasional. Ya, Goa yang dimaksud adalah Goa Jomblang dan Goa Grubug. Goa yang terletak di daerah Pacarejo, Kecamatan Semanu, Gunungkidul ini merupakan salah dua Goa dari sekitar 400-an Goa yang ada di kawasan pegunungan karst Gunungkidul. Berbagai sumber menyebutkan bahwa Goa ini pertama kali dijelajahi oleh sekelompok caver (penjelajah Goa) dari Jogja, yaitu Acintyacunyata Speleological Club pada tahun 1984. Goa eksotis ini dulunya disebut-sebut sebagai lokasi pembunuhan massal PKI sekitar tahun 70-an.goa jomblangUntuk menjelajahi kedua Goa ini memang harus dengan effort yang besar karena tidak bisa dilakukan sembarangan. Kita harus menuruni Goa Jomblang dengan menggunakan SRT (single rope technique) atau secara sederhana bisa dikatakan menuruni Goa vertikal dan kembali naik dengan menggunakan satu tali. Kalau tidak memiliki alat-alat SRT, jangan khawatir, karena ada Jomblang Resort yang menawarkan jasa untuk menjelajahi Goa ini. Sebuah resort yang sekaligus menawarkan jasa caving dengan SRT ini dikelola oleh seorang Cave Diver Indonesia, yaitu Cahyo Alkantana.

Sebelum menjelajahi Goa Jomblang yang berdiameter 50 meter dan Goa Grubug yang berdiameter kurang lebih 5 meter kita harus menggunakan perlengkapan yang membuat kita aman, yaitu coverall, sepatu boots, headlamp, dan satu set perlengkapan SRT. Untuk menuruni Goa Jomblang disediakan beberapa lintasan dengan ketinggian yang bervariasi antara 40 hingga 70 meter, tersedia juga jalur VIP. Sekali penjelajahan dibatasi hanya sampai 25 orang saja.

Menuruni Goa Jomblang kita langsung disambut hutan purba yang tersembunyi. Setelah itu, kita diajak menelusuri Goa horizontal yang menghubungkan Goa Jomblang dan Goa Grubug sejauh kurang lebih 500 meter. Sesampainya di Goa Grubug kita langsung disambut suara aliran sungai bawah tanah yang bergemuruh dan berkas-berkas cahaya matahari dari atas yang menerobos masuk ke dalam Goa, menciptakan suasana eksotis yang membuat kita terpana. Maka tak heran cahaya ini disebut sebagai cahaya dari surga. Waktu terbaik untuk melihat cahaya ini adalah pukul 10.00 hingga 13.00. Jika penelusuran dilakukan dengan menyusuri sungai bawah tanah dari Goa Grubug ini kita akan sampai di Pantai Baron. Goa Grubug ini lebih tinggi dibandingkan dengan Goa Jomblang yaitu sekitar 90 meter.

Penasaran dengan keeksotisan kedua Goa ini? Agendakan saja tempat ini sebagai next destination-mu. Who’s up for the adventure!

Comments