Wisata ziarah memiliki letak yang spesial di hati setiap traveler dan petualang. Meskipun seringkali lokasi ziarah tidak selalu pas dengan agama yang dianut, namun berwisata ke lokasi-lokasi peziarahan mengingatkan setiap pengunjung yang menganut agama apapun untuk ingat dengan Sang Kuasa. Wisata ziarah dapat dilakukan dengan mengunjungi situs keagamaan tertentu, biasanya berupa pekuburan atau tempat ibadah yang menyimpan banyak kisah dan sejarah. Di Kota Yogyakarta, terdapat sebuah masjid yang ramai dikunjungi sebagai wisata ziarah dan sejarah, masjid tersebut adalah Masjid Agung Mataram Kotagede, yang konon adalah masjid tertua di Daerah Istimewa Yogyakarta. Masjid ini merupakan komponen asli daerah Kotagede yang tetap lestari dari dulu hingga kini. Kotagede memang terkenal dengan suasana nya yang kuno karena kawasan ini adalah kawasan kota tua dari Yogyakarta.

masjid agung mataram kotagede

masjid agung mataram kotagede

Masjid Agung Mataram Kotagede terletak di selatan kawasan Pasar Kotagede, tepatnya di kelurahan Jagalan, Kecamatan Banguntapan Bantul. Untuk mengunjungi Masjid Agung Mataram Kotagede disarankan untuk menggunakan kendaraan pribadi untuk keleluasan bepergian, karena jarang kendaraan umum yang melintas daerah ini. Masjid ini dibangun pada tahun 1640 di jaman Kerajaan Mataram oleh Sultan Agung. Ketika itu pembangunan dibantu oleh para warga masyarakat yang kebanyakan beragama Hindu dan Buddha, sehingga Masjid Agung ini sarat dengan nilai kerukunan beragama yang kuat. Sebagai sebuah bangunan yang usianya telah ratusan tahun, hingga kini Masjid Agung Mataram Kotagede masih dipergunakan untuk berbagai kegiatan rutin keagamaan dan pusat kegiatan hari-hari khusus seperti Lebaran. Suasana masjid yang hidup inilah membuat Masjid Agung Mataram Kotagede tidak seperti masjid-masjid tua lainnya yang terkesan sepi dan misterius.

Melihat Masjid Agung Mataram Kotagede dari kejauhan sudah terlihat kemegahannya. Dikelilingi tembok tinggi, dengan memasuki Masjid Agung Mataram Kotagede seolah masuk ke abad-abad lalu ketika masih jaman penjajahan. Arsitektur masjid yang merupakan arsitektur campuran Jawa dengan pengaruh Hindu-Buddha yang kuat, hal ini terlihat dari gapura masjid yang berbentuk paduraksa. Hal yang menarik lainnya adalah di bagian luar masjid terdapat sebuah pohon beringin yang sangat rindang. Pohon beringin tua ini diberinama ‘Wringin Sepuh’. Masyarakat sekitar menganggap pohon ini memiliki kekuatan ajaib yang dapat mengabulkan permintaan. Apabila memohon permintaan di bawah pohon tersebut lalu kejatuhan dua buah daun pohon, satu telungkup dan satu terlentang, maka permintaan tersebut akan tercapai. Di sebelah kiri dan kanan dari pohon ini terdapat rumah-rumah abdi dalem yang rapih berjejer. Yang tak kalah menarik pula, di dalam masjid ini terdapat sebuah bedug tua yang usianya ratusan tahun masih berfungsi sampai dengan sekarang.

Untuk mengunjungi masjid tertua di Yogyakarta ini tidak dikenakan biaya apapun, alias gratis. Hanya saja ada biaya parkir untuk kendaraan, Rp 1.000,- untuk motor dan Rp 2.000.- untuk mobil, tarif parkir flat, tidaklah mahal. Bagi yang muslim, sangat dipersilahkan untuk beribadah di masjid ini. Masjid ini sangat dekat dengan Pasar Kotagede yang ramai, apabila Anda tiba-tiba lapar dapat langsung mampir ke Pasar Kotagede, di sana tersedia berbagai macam makanan tradisional khas Yogyakarta. Tambah daftar lokasi wisata Anda dengan Masjid Agung Mataram Kotagede, untuk bantuan akomodasi dan transportasi dapat menghubungi Labiru Tour and Travel, kami siap membantu Anda.

Comments