Keris merupakan senjata tikam yang memiliki kaitan erat dengan budaya bangsa Indonesia dari Sabang hingga Merauke. Beberapa suku di Indonesia menjadikan keris sebagai senjata tradisionalnya yang diwarisi turun menurun, tak heran kini keris-keris tersebut masih eksis dan ada sampai dengan jaman modern seperti sekarang ini. Di balik keunikan bentuk keris yang meliuk-liuk bergelombang, tersimpan kisah-kisah mistis dan menarik. Seperti di kebudayaan Jawa setiap keris memiliki maksud tujuan tertentu ketika dibuat. Proses pembuatannya sendiri pun memiliki cerita yang tak kalah ajaib, membuat setiap orang yang mendengar seluk beluk kisahnya terpana. Kini, berbagai keunikan dari keris itu dapat kita nikmati di museum. Salah satu museum yang memuat ragam koleksi keris terlengkap berada di Yogyakarta, bernama Museum Sonobudoyo.

Museum Sonobudoyo

Museum Sonobudoyo

Tampak dari jauh sebuah bangunan berasitektur Jawa berdiri megah melebar. Museum Sonobudoyo ini ialah museum negeri yang dikelola langsung oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Meski identik dengan keris, sebenarnya Museum Sonobudoyo ini ialah museum sejarah dan kebudayaan Jawa. Keberadaaan museum ini tak lepas dari yayasan pada masa kolonial bernama Java Institute, yang mengusulkan mendirikan museum ini. Berbagai koleksinya pun sebagian besar merupakan hibah dari yayasan ini. Menurut lokasi, museum ini terpisah menjadi dua unit. Unit I berada di Jalan Trikora, sedangkan unit II berada di Ndalem Condrokiranan Wijilan sebelah timur Alun-Alun Utara Keraton Yogyakarta. Kedua lokasinya amat mudah ditempuh dari pusat wisata Malioboro, berbagai kendaraan umum seperti becak, bus Trans Jogja, dan ojek dapat memudahkan Anda untuk mengunjungi museum ini.

Ada sepuluh jenis koleksi yang dipamerkan di Museum Sonobudoyo, antara lain koleksi geologika (obyek ilmu geologi seperti bebatuan dan mineral), biologika (obyek ilmu biologi seperti fosil dan kerangka), ethnografika (obyek ilmu etnografi – hasil budaya dari suatu masyarakat tertentu), arkeologi (hasil peninggalan sejarah manusia sejak dulu hingga kini), numismatika/heraldika (mata uang/alat tukar), historika (benda obyek ilmu sejarah), filologika (naskah kuno dan prasasti), keramologika (tembikar, benda pecah belah), senirupa (benda hasil karya seni), dan teknologika (benda-benda teknologi keindustrian). Koleksi yang menjadi favorit di sini ialah keris. Koleksi keris yang ada mencapai 1200 jumlahnya. Beberapa jenis keris yang kuno memang tidak dipajang secara langsung, namun apabila pengunjung ingin melihat keris tersebut pengunjung dapat meminta ijin kepada kepala museum. Keris yang dipamerkan merupakan keris dari berbagai suku di Indonesia mulai dari Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Madura, Bali, dan lain-lain. Jenis keris ada keris lurus dan keris luk (keris yang bentuknya berliuk).

Dari keseluruhan benda yang dipamerkan masih banyak benda yang masih belum diinvetarisir. Sehingga apabila mengunjungi museum memang tidak cukup sekali saja. Menurut pengelola setiap taun pasti ada koleksi-koleksi pameran baru yang tentunya membuat pengunjung berdecak kagum. Museum Sonobudoyo ini buka setiap hari Selasa-Minggu. Di malam hari terdapat pagelaran wayang kulit singkat yang menarik pula untuk ditonton. Biaya masuk ke museum ini sangatlah terjangkau. Untuk memperoleh informasi lebih lanjut pengunjung dapat meng-klik http://www.sonobudoyo.com/ website resmi dari Museum Sonobudoyo. Apabila pengunjung ingin mengunjungi Yogyakarta dan memerlukan bantuan arrangement paket wisata, Anda dapat menghubungi Labiru Tour. Selamat berlibur!

Artikel Lain

Tinggalkan Komentar Anda